Nutrient of The Week: Phosphorus!!

Sekitar 1% dari berat tubuh kita merupakan fosfor !!. Sebagian besar dari fosfor tersebut disimpan dalam bentuk tulang. Sisanya berperan penting dalam proses metabolisme tubuh, metabolisme energi, menjaga keutuhan dan integritas dinding sel dan menjaga keseimbangan asam basa tubuh. Orang yang menderita penyakit ginjal dianjurkan untuk membatasi konsumsi fosfor. Untuk itu penderita ginjal harus mengetahui makanan apa yang tinggi kandungan fosfornya yaitu a.l:
* makanan yang dibuat menggunakan bahan pengembang
* makanan sereal siap santap
* gandum dan beras yang masih ada kulit arinya (rice bran and wheat bran, crude)
* biji-bijian dan kacang-kacangan
* minyak ikan
* susu
* keju dan margarin
* puding
* coklat

sumber :www.nutritiondata.com

Get to Know About Cholesterol

By: Freddi S Hendrarto
Nutritionist of Andrawina Co.


Well, it’s very common in our life that we hear our relatives or family had stroke attack or heart attack. Well I don’t want to say that these issues are ordinary ones, but they still common cases that need our attention. Mainly those cases are caused by high cholesterol level in blood.

What is Cholesterol?
Cholesterol is a waxy fat like substance. It means that cholesterol belong to fat or lipid group. Our body is made up from lipid subtances, it means that cholesterol also presents in our body tissues. But cholesterols only exist in animal tissues, not in plant tissues. It means that all plant-product are free of cholesterols (including cooking oil or margarine made from plant oil).

Mainly cholesterols present in our cells membran structure and body-cells structure (such as brain cells, nervous cells, skin cells, liver cells, heart cells and our intestine cells). Cholesterols also play vital roles in hormonal system, where the sex-hormones are made up from cholesterols. So, it’s an obvious that cholesterol aren’t always deal with diseases. But they also support our body function.

Why Should I be Concerned About Cholesterols?

Cholesterols are made in our liver. Body produces cholesterols from food we eat such as meat and dairy products. If we eat a lot of them, then our body will produces cholesterol beyond its requirement. This excess of cholesterol will be distribute to our body tissues via blood cell and LDL. If there are so many excess of cholesterol in your liver, soon the arteries will be fulfilled with LDL cholesterol. In Some point, these cholesterol would then precipitated in arteries and create clog that would block arteries.

These clogs would cause blood vessels narrowing or Arteriosclerosis. If this clog happen to be so big, then it will totally block the artery and blood will stop flowing into body tissues. If the arteriosclesrosis is happen to be at brain arteries then this would caused Stroke. And if it is in heart arteries it would cause heart attack or CHDs.

Well these disease are well known for their fatality. So, it’s already an answer why we should begin to consider cholesterol as our top-list health issues.

I heard that CHDs are multiple factor disease not by cholesterol only?

Yes. It’s true. The CHDs are caused by many factors, such as:

·High LDL Level

·Low HDL Level

·Smoking

·High Blood Pressure

·Lack of Exercise

·Diabets

·Obesity

·Age

· Sex

· Family History of CHDs

As you can see, those factor are associated with each other. People with obesity, tend to have high blood pressure, low exercise activity, high LDL level, low HDL level and had potency for developing diabets. High level of cholesterol could develop in increase of blood pressure. People with obesity usually eat a lot of high cholesterol food and tend to develop high cholesterol level in their blood. They’re deal with cholesterol. So it’s not an excuse anymore for us.

Well, I heard that not all cholesterols is bad. Is it True?

There are many kind of cholesterols. Mostly people divided them into 2 type. The Good Cholesterols or the HDL and the bad cholesterols or the LDL.

  • HDL Cholesterols or High Density Lipoproteins

The HDL known as good cholesterols because they “pick-up” cholesterol in our blood into liver, where they will be recycle. So the HDL would decrease the cholesterol level in our blood. High HDL level is associated with low risk of CHDs and other degenerative diseases.

  • LDL Cholesterols or Low Density Lipoproteins

Contrary with HDL, the LDL carry and distribute cholesterol from liver to our blood artery and body tissues. High LDL level means that more cholesterols present in our blood and would increase the risk for CHDs and other degenerative diseases.

Beside the HDL and LDL, there are also Triglyceride (TC). Triglyceride is also fat substances that has same “bad effect” like LDL if present in upper limit level. All excess of calories, sugar and alcohol from food will be transformed into triglyceride and stored as fat in your body cells. The high Triglyceride level in your blood indicate the increase of CHDs risk.

So, choose for HDL and lower your LDL and TC.

How do I Know I Have High Cholesterol?

You should take routine medical check up in order to get the exact LDL and HDL level in your blood. The lab will also check your Total Cholesterol (LDL+HDL) and the Triglyceride level. Then from your medical check up results, check this following items:

  1. Total Cholesterol
    • Normal <200>
    • Borderline High 200-239 mg/dL
    • HIGH >240 mg/dL
  2. Triglyceride
    • Normal <150>
    • Borderline High 150-199 mg/dL
    • HIGH 200-499 mg/dL
    • VERY HIGH >500 mg/dL
  1. LDL Cholesterol
    • Normal <100>
    • Borderline High 100-129 mg/dL
    • Optimum 130-159 mg/dL
    • HIGH 160-189 mg/dL
    • VERY HIGH >190 mg/dL
  1. HDL Cholesterol
    • Normal >60 mg/dL
    • Low (High Risk) <40>

Here are some foods with their cholesterol level:

Eggs ( 1 nos) 211,5 mg

Cream cheese (50g) 55 mg

Cheddar cheese (1 slice) 29,4 mg

Butter (1 spoon) 30,5 mg

Lamb Meat (50gr) 33 mg

T-Bone Steak (50gr) 30 mg

Fried Chicken (50gr) 44,5 mg

Kidney, beef (50gr) 358 mg

Liver, beef (50gr) 190.5 mg

Chocolate Ice Cream (1/2 cup) 22,4 mg

Sponge cake (50 gr) 8,0 mg

Mixed Vegetables Raw(50gr) 0 mg

Fresh Fruit Salad (50gr) 0 mg

Quaker Oats (1/2 cup) 0 mg

Fried Tempeh (1 slice) 0 mg

Olive & corn oil (5 gr) 0 mg

Soya (30 gr) 0 mg

As you can see, foods from plant origin has zero cholesterol level and all food from animal origin will have cholesterols content. By products such as liver, kidney and brain have higher choleterol level compare with meat. So you should avoid these by products if you had high cholesterol level. Besides that, you shouldn’t eat meats, dairy products and seafoods too often.

Naturally, our body doesn’t need cholesterols from foods. Our liver could produce enough cholesterols in order to meet its requirement. Saturated fat from foods will be changed into cholesterol by our liver. Although a diet high in saturated fat is the main cause of high blood cholesterol levels, eating foods high in cholesterol can also raise blood cholesterol levels. And usually the effect is twice as bad, because foods high in cholesterol are usually ALSO high in saturated fat.

Saat Terbaik Minum Kopi

Ups..sudah jam 2 siang, pantas saja mata ini terasa berat sekali. Yup..sindrom mengantuk di tengah-tengah mengerjakan pekerjaan sungguh menyiksa. Dikala pekerjaan sudah menumpuk untuk dikerjakan, mata kita terkena serangan kantuk yang hebat. Hmm...saatnya untuk minum secangkir kopi, untuk memulihkan stamina dan menyegarkan kembali mata yang sudah mengantuk.

Hampir sebagian besar dari kita mengkonsumsi kopi pada saat merasa mengantuk di kantor atau pada saat bekerja. Kopi mengandung zat stimulan (cafein) yang mampu menstimulus otak (sistem syaraf pusat) peminumnya, sehingga ia merasakan kesegaran dan mendapatkan tambahan energi untuk melakukan aktivitas. Seperti halnya saya hari ini, dikala pekerjaan sedang menumpuk namun badan mengalami kelelahan fisik dan konsentrasi mulai buyar, kopi menjadi doping saya untuk menyelesaikan pekerjaan.

Namun dari berbagai penelitian didapatkan bahwa kopi atau kandungan cafein dalam kopi ternyata dapat menghambat penyerapan zat besi. Zat besi merupakan komponen utama dari hemoglobin, yaitu komponen darah yang berfungsi untuk mengikat oksigen dari paru-paru dan mendistribusikannya ke sel-sel tubuh. Dengan kata lain zat besi sangat penting untuk pernafasan sel. Kekurangan zat besi dapat mengakibatkan anda terkena anemia. Apabila anda terkena anemia, maka tubuh menjadi lemas, lesu dan produktivitas anda berkurang. Wanita merupakan kelompok yang rawan sekali terkena anemia. Namun penyerapan zat besi dari makanan oleh tubuh hanyalah berkisar 10-15% saja. Sehingga keberadaan zat-zat yang dapat mengganggu penyerapan besi adalah signifikan sekali bagi ketersediaan zat besi bagi tubuh.

Jadi apa yang harus anda lakukan? Anda senang kopi namun anda juga wanita/pria yang terkena anemia...dan tugas menumpuk pula !! Para ahli menemukan apabila setelah makan kita meminum secangkir penyerapan zat besi akan menurun sebanyak 39% dibandingkan jika anda tidak meminum kopi setelah makan. Efek ini akan semakin meningkat apabila jumlah kopi yang dikonsumsi juga meningkat.

Namun, apabila kopi diminum 1 jam sebelum makan, tingkat penyerapan zat besi normal dan tidak mengalami gangguan. Tetapi jangan meminum kopi 1 jam setelah makan, karena cafein dalam kopi masih dapat mempengaruhi penyerapan zat besi.

Jadi jika anda makan siang jam 12, paling aman anda meminum secangkir kopi pada saat jam 2 siang. Sehingga zat besi yang susah payah anda makan pada menu makan siang tadi dapat diserap secara sempurna oleh tubuh, dan dapat digunakan untuk membantu produktivitas anda di kantor dan pekerjaan.

So..have a nice a cup of coffee today.

Sumber: disarikan dari American Journal of Clinical Nutrition

Makanan Anti Kanker

Di berbagai negara maju, kanker merupakan penyebab kematian utama sesudah penyakit jantung. Pola makan manusia modern diduga merupakan penyebab dari 35% kasus kanker yang terjadi. Dengan mengubah pola makan anda menjadi diet rendah lemak dan tinggi serat, anda dapat mengurangi resiko terkena kanker.

Kunci peranan diet dalam pencegahan kanker adalah pada sifat anti-oksidan. Dimana komponen bahan makanan mempunyai sifat untuk menonaktifkan zat kimia berbahaya dalam tubuh yang disebut radikal bebas.

Radikal bebas terbentuk melalui proses tubuh normal sehari-hari. Polusi lingkungan, rokok, gas hidrokarbon hasil pembakaran kendaraan bermotor, radiasi dan zat kimia juga dapat menghasilkan radikal bebas yang berbahaya ini.

Radikal bebas bersifat tidak stabil dan selalu mencari cara agar dirinya menjadi stabil. Untuk itu ia akan “menubruk” sel-sel tubuh yang sehat dan mencuri elektron agar dirinya menjadi stabil. Sel-sel tubuh yang kehilangan elektron ini akan menjadi rusak dan menjadi sel kanker dengan pertumbuhannya yang tidak dapat lagi dikendalikan oleh tubuh.

Namun tubuh kita mempunyai sistem kontrol alami yang dapat menonaktifkan dan menstabilkan radikal bebas ini tanpa harus mengorbankan sel-sel tubuh kita yang sehat. Sistem kontrol alami ini melibatkan berbagai vitamin dan mineral yang meliputi:

  • Beta Karoten, merupakan sejenis vitamin A yang terdapat dalam tanaman dan akan berubah menjadi vitamin A di dalam tubuh, dapat membantu mencegah pembentukan radikal bebas.
  • Vitamin C, menjaga terhadap reaksi bahaya didalam sel
  • Vitamin E dan Selenium, melindungi dinding sel dari kerusakan karena radikal bebas. Selenium juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan perlawanan terhadap pertumbuhan sel kanker

Sumber Makanan Anti Kanker
Vitamin A
Sumber yang terbaik adalah sayuran yang berwarna hijau dan kuning. Seperti brokoli, bayam, wortel dan daun-daunan hijau.

Wortel , 1 besar mentah 11.000 IU
Wortel ½ mangkok masak 7600 IU
Bayam ½ masak 7200 IU
Labu ½ mangkok 4300 IU
Belewah ½ iris 3300 IU
Brokoli 1 batang besar 2500 IU
Saus Tomat, ½ mangkuk 1100 IU

Vitamin C
Sumber terbaik adalah buah dan sayuran. Buah seperti jeruk, melon, strawberry dan sayuran brokoli dan bayam merupakan sumber vitamin C yang bagus.

jus jeruk, 1 cangkir 120 mg
brokoli masak 90 mg
jeruk, sedang 80 mg
cabai hijau 65 mg
strawberry, 10 buah 60 mg
bunga kol, masak 60 mg

Vitamin E
Sumber terbaik untuk vitamin E adalah minyak nabati, kacang-kacangan, biji-bijian, roti gandum, benih gandum, selai kacang.

biji bunga matahari ¼ mangkok 13 mg
minyak safflower 1 sdt 8 mg
minyak bungan matahari 7 mg
kacang tanah 1 ons 2 mg
bayam, ½ mangkok masak2 mg
minyak zaitun 1 sdt 1 mg
tomat, 1 besar 1 mg

Selenium
Makanan yang banyak mengandung selenium seperti tuna, daging tanpa lemak dan ikan laut.

tuna 3,5 ons 115 mcg
paha ayam 3,5 ons 50 mcg
mie masak, 1 cup 40 mcg
spaghetti 2 ons 35 mcg
kacang mente 1ons 20 mcg
susu skim 1 cup 12 mcg

Untuk memperoleh hasil maksimal dalam pencegahan kanker,dianjurkan untuk mengkonsumsi berbagai bahan makanan anti kanker diatas dalam bentuk alaminya, bukan dari makanan tambahan atau suplemen.

Happy Ied Mubaroq





Kalsium, Penting untuk Mencegah Osteoporosis

Oleh: Retno Nur Safitri, SP (Staf Subbag TU Direktorat PPTM)

Salah satu penyakit yang sering terjadi di usia lanjut adalah osteoporosis. Osteoporosis adalah suatu penyakit yang ditandai dengan berkurangnya massa tulang dan adanya perubahan mikroarsitektur jaringan tulang yang berakibat menurunnya kekuatan tulang serta meningkatnya kerapuhan tulang dan risiko terjadinya patah tulang (WHO). Angka kesakitan osteoporosis di Indonesia diperkirakan mencapai 15%. Penyakit ini dijuluki sebagai “Silent Disease”, karena menyerang secara diam-diam, tanpa adanya gejala atau tanda-tanda khusus.
Osteoporosis lebih banyak terjadi pada wanita daripada laki-laki. Selain itu osteoporosis lebih banyak ditemui pada perokok dan peminum alkohol.Osteoporosis dapat dicegah, salah satunya dengan cara memenuhi kebutuhan kalsium. Orang dewasa membutuhkan 500-800 mg kalsium per hari. Kebutuhan ini meningkat sebanyak 400 mg per hari untuk wanita hamil atau menyusui.

Bahan pangan sumber kalsium yang utama adalah susu dan hasil olahannya, misalnya keju. Selain itu, ikan, kacang-kacangan, tahu dan tempe serta sayuran hijau juga merupakan sumber kalsium. Susu memang memberikan kontribusi yang cukup besar dalam mencukupi kebutuhan kalsium, akan tetapi harganya relatif mahal. Sayuran hijau dapat dijadikan pilihan karena mudah didapatkan dan diolah, harganya relatif lebih murah, serta mengandung zat gizi lain dalam jumlah tinggi (vitamin dan serat).

Tidak semua kandungan zat gizi dalam bahan pangan dapat diserap oleh tubuh. Dalam memilih bahan pangan (tidak hanya sumber kalsium) perlu diketahui juga bioavailabilitas dari bahan pangan tersebut. Bioavailabilitas atau ketersediaan biologik dapat diartikan sebagai jumlah zat gizi dalam bahan pangan yang dapat diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh, biasanya digambarkan dalam satuan persen.
Untuk kalsium sendiri, masih sedikit penelitian tentang bioavailabilitasnya. Kisaran bioavailabilitas kalsium dalam bahan pangan cukup beragam. Pada umumnya tubuh menyerap 20 % sampai 40 % kalsium dari makanan. Akan tetapi ketika tubuh memerlukan lebih banyak kalsium (seperti masa hamil dan menyusui), absorpsi mencapai 50 % sampai 75 %. Kemampuan absorpsi lebih tinggi pada masa pertumbuhan dan akan menurun seiring dengan proses penuaan. Selain itu kemampuan absorpsi pada laki-laki lebih tinggi daripada wanita pada semua golongan umur.

Bioavailabilitas kalsium dari beberapa bahan pangan antara lain brokoli 61,3%, kol 52,7%, susu 32,1%, tahu 31% dan bayam 5,1%. Penyerapan kalsium dipengaruhi oleh jumlah zat lain dalam bahan pangan seperti fosfor, magnesium, lemak, protein, asam fitat, asam oksalat, vitamin D dan serat. Lebih lanjut dapat dijelaskan faktor pendorong dan faktor penghambat penyerapan kalsium. Faktor pendorong antara lain keberadaan vitamin D, protein, dan magnesium. Sedangkan faktor penghambat yaitu adanya asam fitat, serat, fosfat, lemak jenuh dan asam oksalat.
Kelebihan kalsium jarang ditemui, biasanya terjadi bila mengkonsumsi suplemen kalsium. Walaupun demikian konsumsi kalsium hendaknya tidak melebihi 2500 mg sehari, karena jika berlebihan dapat menyebabkan gangguan ginjal.

Sumber :
Almatsier, S. 2001. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Roesma, Sonja. 2006. Pencegahan Dini Osteoporosis. Citra Pendidikan. Jakarta

Susu dan Kehamilan

Ada yang sudah punya anak? sedang hamil atau berencana mempunyai anak? ada kabar dari Peneliti Denmark, dimana mereka menemukan adanya korelasi yang positif antara meminum susu selama kehamilan dengan berat badan bayi pada saat dilahirkan.

Selama tahun 1996-2002 mereka mengumpulkan data para ibu yang sedang hamil. Mereka menanyakan berapa gelas susu yang mereka konsumsi perharinya selama masa kehamilan. Kemudian mereka membandingkan konsumsi susu para ibu tersebut dengan berat badan bayi mereka pada saat lahir.

Rata-rata para ibu hamil tersebut mengkonsumsi 3 gelas susu/hari. Dari hasil penelitian tersebut didapatkan bahwa wanita yang meminum susu selama masa kehamilan akan melahirkan bayi dengan berat badan dan panjang badan yang lebih besar dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak mengkonsumsi susu selama kehamilannya. Hal ini berarti bahwa konsumsi susu dapat mencegah terjadinya BBLR (Bayi Berat Lahir Rendah). Kenapa? hal ini karena susu sapi banyak mengandung growth promoting factor.

Namun dari penelitian tersebut disimpulkan juga bahwa berat badan bayi waktu lahir berkorelasi positif dengan protein susu dan tidak berkorelasi dengan lemak susu. Artinya apa? jadi sebelum membeli susu, lihatlah label dan bandingkan produk mana yag mempunyai kandungan protein tertinggi....jangan lihat mereknya ya bu..!!! (tapi lihat harganya juga..hehehhe).

sumber:http://www.ajcn.org/cgi/content/abstract/86/4/1104
 

Popular Posts